Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

3 Months At Office

Akhirnya tak terasa sudah 3 bulan saya di tempat kerja. Banyak perubahan yang terjadi dalam kantor sejak saya masuk pertama kali. Dalam bulan pertama saja, sudah ada satu orang bagian IT yang resign dan masuk orang yang baru. Tapi dengan masuknya orang baru tersebut membuat saya tidak menjadi orang yang paling baru masuk di kantor. Dan untungnya, orang tersebut seumuran dengan saya. Maklum di kantor saya, pada umumnya orang-orangnya sudah berkepala 3 semua sedangkan yang masih muda hanya kami bertiga termasuk saya. Jadi sekarang kami punya teman baru yang bisa diajak ngobrol dan berpikiran anak muda seperti kami.

Setelah 3 bulan menjalani kehidupan kantor, saya mendapat banyak sekali pelajaran. Dari hal yang terkecil sampai yang terbesar sekalipun. Misalnya saja pada saat presentasi di tempat customer, saya tidak boleh menaruh tas demo alat sembarang dan tata letaknya pun harus diatur, tidak boleh berantakan. Karena jika berantakan akan memberi kesan yang tidak baik pada customer. Dari semua hal yang saya alami selama 3 bulan ini, hal yang paling membuat saya berpikiran profesional datang dari seorang “senior sales engineer”. Beliau berasal dari Singapore dan sudah mendapat banyak sekali pengalaman dari bidang kerjanya. Walaupun saya bukan di bidang sales tapi di bidang project engineer, tidak ada salahnya saya belajar dari beliau.

Suasana di kantor pun sudah banyak berubah, yang awalnya saya masih bisa santai sekarang hal itu berubah drastis dikarenakan seorang product manager di kantor saya tiba-tiba resign dan semua itu dibebankan ke saya. Bayangkan saja, saya harus kerja over time dan itu tidak mendapat upah lembur !!!. Seminggu kemarin kepala rasanya sudah mau pecah, pergi dari pagi dan pulang sampai malam. Rasanya sudah seperti mengerjakan tugas akhir saya saja dan belum lagi tipikal customer yang kadang sok tahu dan seenaknya saja.

Oh ya belum lagi dianggap remeh (mungkin karena saya orang baru di kantor) sama orang Jepang. Orang Jepang ini merupakan regional manager di kawasan Asia untuk produk yang kami jual. Akan tetapi akhirnya beliau meminta maaf secara tidak langsung kepada saya melalui bos saya. Bukan sombong atau angkuh, pekerjaan yang saya tekuni sekarang sangat mirip dengan tugas akhir yang saya buat, jadi saya dapat langsung mengerti dan tahu apa yang harus saya kerjakan. Saya sendiri sangat bersyukur dengan pemilihan tugas akhir saya, walaupun saya harus belajar dari nol, tidak tidur 2 hari, browsing di mbah google sampai puluhan halaman, dan stress, saya bisa memetik hasilnya sekarang.

Secara keseluruhan selama 3 bulan ini, saya senang sekali karena banyak pengalaman yang saya dapatkan dari presentasi di KS, bertemu dengan, orang-orang penting di perusahaan besar seperti Denso, INS, KS, dan TDW. Terima kasih Yesus atas segala bimbinganMu dan perlindunganMu selama 3 bulan ini kepada saya.

Iklan

Read Full Post »

Surprise to Star

Sudah seminggu ini saya tidak ngobrol dengan dede, hal ini saya lakukan sengaja karena ingin membuat kejutan di hari ultah nya. Biasanya saya ngobrol tiap hari dengan dia, bahkan teman baik dede bilang udah kaya minum obat aja tiap hari telp-an mlulu. Yah memang itulah kenyataannya, karena tidak semua orang bisa saya percaya. Saya cerita ke dede tentang bagaimana saya di kantor atau bagaimana dede di kampus karena pada dasarnya orang membutuhkan seseorang untuk didengarkan.

Singkat cerita, pada hari H nya, saya sudah merencanakan kalau saya hanya ngantor setengah hari saja dan kebetulan hari H nya adalah hari jumat. Siangnya saya mencari kado untuk dede dan malamnya saya ke kampus untuk mencari kue dan memberikan kejutan kepada dia. Sampai di kampus sekitar jam 5 an dan saya langsung ketemu sama teman dia untuk membeli kue ultah. Sekitar 1 jam-an memilih kue yang bagus dan membeli perlengkapan seperti pisau dan piring plastik.

Setelah semua barang yang diinginkan dibeli, saya balik ke kampus. Sampai di kampus saya membawa kue tersebut untuk memberikan kejutan kepada dede. Suasana di kampus saat itu lumayan ramai, dan saya memberanikan diri untuk membawa kue tersebut di depan orang banyak. Saya tidak tahu darimana saya mendapat kekuatan untuk membawakan kue tersebut di depan orang banyak karena malu sekali rasanya, tetapi hati saya mengatakan bahwa saya harus melakukan hal itu walaupun banyak orang yang melihatnya.

Dag Dig Dug rasanya, saya membawa kue tersebut dan diiringi dengan lagu happy b’day akhirnya si dede sangat terkejut karena saya membawakan kue ultah kepada dia. Maklum dari tadi siang, dia dicuekin dan di bt in sama teman-temannya. Setelah lilin ditiup, dimulailah acara timpuk-timpukan kue ke muka, tapi pokoknya saya sudah bilang kalau saya tidak mau ikutan acara lempar-lemparan kueke muka. Setelah bersih-bersih, dipotonglah kue ulta dan dibagi-bagi ke teman-teman sambil foto-foto. Kado saya ke dede pun saya sembunyikan di tas nya, itulah kejutan kedua buat dia. Tapi sayangnya, ketahuan sama dia soalnya dia membuka tas nya dan menanyakan itu kado dari siapa. Saya pun diam dan si erika bilang tidak tahu dan si angel pun bilang kalau kado itu tidak mungkin dari saya karena bungkusannya tidak rapi. Maklum saya dikenal sebagai orang yang perfeksionis diantara teman-teman saya. Kado itu memang dari saya dan kalau masalah tidak rapih bungkusannya, itu karena saya bungkusnya dengan terburu-buru karena sewaktu saya telp si angel, katanya ada perubahan rencana, makanya saya kaget dan langsung buru-buru.

Dede balik rumahnya dan si erika pulang sama fugi. Wah senang rasanya erika dan fugi bisa pulang bareng dan cerita punya cerita, mereka makan malam berang pula. Senang hati saya mendengar hal tersbut, karena itulah kejutan yang membuat saya terkejut. Jadi tinggal tunggu mereka jadian saja,hmm… jangan lupa makan-makannya lho…

Akhir kata, saya sangat senang dan puas memberikan kejutan kepada dede pada hari itu. Dan saya sangat berharap dengan bertambahnya umur, dia semakin dewasa, tambah dekat dengan Tuhan dan sayang kepada keluarga dan teman-temannya.

Read Full Post »